DSH Bersama SMA Negeri 1 Klaten Salurkan Huntara untuk Penyintas Gempa NTT

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026 meninggalkan luka yang panjang bagi masyarakat. Rumah-rumah rusak, aktivitas warga terhenti, dan banyak keluarga harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari keselamatan.

Bagi sebagian penyintas, bencana tidak berhenti ketika guncangan mereda. Mereka harus menjalani hari-hari berikutnya di tenda pengungsian, menghadapi keterbatasan tempat tinggal sekaligus ketidakpastian tentang kapan dapat kembali hidup dengan tenang.

Di tengah kondisi tersebut, sebuah langkah kecil dari kepedulian menjadi sangat berarti.

Pada 1 Oktober 2026, Dompet Sejuta Harapan (DSH) bersama SMA Negeri 1 Klaten hadir untuk menyalurkan bantuan Hunian Sementara (Huntara) bagi keluarga terdampak gempa di Kampung Ojan, Desa Robek, Nusa Tenggara Timur.

Salah satu penerima manfaat adalah Safarudin, yang tinggal bersama keluarganya dan mertuanya. Satu keluarga ini terdiri dari tiga anggota keluarga bersama mertua, yang sebelumnya harus menjalani kehidupan di tenda pengungsian setelah rumah mereka terdampak gempa.

Bagi Safarudin dan keluarganya, Huntara bukan sekadar bangunan dengan dinding dan atap.

Huntara adalah tempat untuk kembali menata kehidupan.

Tempat anak-anak dapat beristirahat dengan lebih tenang.
Tempat keluarga dapat berkumpul tanpa harus terus memikirkan hujan dan panas di tenda.
Dan yang paling penting, sebuah ruang untuk kembali merasakan bahwa setelah bencana, masih ada harapan.

“Bantuan mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal, sebuah hunian dapat menjadi awal untuk kembali bangkit.”

DSH hadir bersama SMA Negeri 1 Klaten sebagai bagian dari ikhtiar untuk menjangkau penyintas yang membutuhkan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Dari Klaten, Jawa Tengah, doa dan dukungan bergerak menuju Flores, Nusa Tenggara Timur.

Gempa telah memisahkan banyak keluarga dari rumah mereka. Namun kepedulian mempertemukan banyak hati untuk saling menguatkan.

Penyaluran Huntara ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali bangunan, tetapi juga membangun kembali rasa aman, harapan, dan keberanian untuk memulai kehidupan.

DSH menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya SMA Negeri 1 Klaten, para donatur, dan semua yang telah ikut mengambil bagian dalam kepedulian untuk saudara-saudara kita di NTT.

Semoga hunian sederhana ini menjadi tempat bertumbuhnya kembali harapan keluarga Safarudin dan penyintas lainnya.

Dari Klaten untuk NTT.
Dari kepedulian, tumbuh harapan.
DSH hadir bersama umat.

Dompet Sejuta Harapan (DSH)
Menebar Berkah, Menyemai Harapan

Scroll to Top