Sabtu, 06 Desember 2025, telah berlangsung kegiatan Guru Ngaji Ceria yang bertempat di Tasero, Klaten. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Ustadz Irhason penyuluh Agama islam Kabupaten Klaten, seorang praktisi dakwa dan berkisah. Alhamdulillah, acara ini diikuti oleh sekitar 40 peserta, yang terdiri dari perwakilan berbagai TP di seluruh Kabupaten Klaten serta peserta umum lainnya yang peduli terhadap pendidikan Al-Qur’an.
Tujuan utama dari kegiatan Guru Ngaji Ceria ini adalah untuk memberikan dorongan semangat kepada para guru ngaji, baik yang telah lama mengabdikan diri maupun yang baru memulai Amanah mulia ini. Motivasi ini berlandaskan sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Hadis ini menegaskan bahwa guru ngaji memiliki kedudukan Istimewa sebagai penyampai cahaya Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Guru ngaji menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi berakhlak mulia. Peran mereka besar karena secara langsung membina, mengarahkan, dan mengembangkan potensi santri agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, terampil, serta beradab. Oleh karena itu, guru ngaji dituntut memiliki kemampuan dasar sebagai pendidik yang baik, memahami unsur-unsur pembelajaran, serta mampu menerapkannya dengan professional dan efektif.
Semangat para guru ngaji memberikan pengaruh besar bagi perkembangan anak-anak dalam bidang agama. Banyak dari mereka yang semakin mengenal Allah, menumbuhkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW, serta termotivasi melakukan kebaikan yang dicintai Allah SWT. Ketika kecintaan itu tumbuh, ibadah dan akhlak anak-anak pun ikut meningkat.
Meski demikian, peran sebagai guru ngaji bukanlah tugas yang mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah menumbuhkan minat anak-anak yang hidup di era modern, di mana tokoh-tokoh fiktif dan hiburan digital sering kali lebih menarik perhatian dibandingkan kisah teladan Rasulullah SAW. Karena itu, guru perlu terus kreatif dalam melakukan pembelajaran yang menyenangkan dan penuh makna.
Ketua kegiatan Guru Ngaji Ceria, Ikhlima Wulandari, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk apreasiasi kepada penggerak dakwah islam di masyarakat, “ini merupakan salah satu benrtuk perhatian danpresiasi kepada para Guru Ngaji yang dengan tulus mereka mengajar dan menyebarkan islam.” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bu Sutini selaku guru ngaji sepuh yang merupakan perwakilan dari peserta, turut bercerita pengalaman mengajar dan mengajak seluruh guru ngaji untuk terus memperbaharui semangat dan meningkatkan kualitas mengajar. Beliau menyampaikan,
“Guru ngaji bukan hanya pengajar huruf demi huruf, tetapi penjaga cahaya Al-Qur’an di hati generasi muda. Melalui kegiatan ini, saya berharap para guru semakin percaya diri, kreatif, dan ikhlas dalam mendidik. Semoga usaha kecil yang kita lakukan hari ini menjadi amal besar di hadapan Allah SWT.”
Kepala Yayasan Bapak Janu Kurniawan, dalam sambutannya turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau mengatakan,
“Kami sangat mendukung kegiatan Guru Ngaji Ceria karena peran guru ngaji sangat vital dalam membentuk karakter anak-anak kita. Yayasan berkomitmen untuk terus memfasilitasi program-program pembelajaran yang bermanfaat seperti ini, agar para pendidik memiliki ruang untuk berkembang, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an.”
Beliau juga menambahkan bahwa dukungan terhadap guru ngaji adalah langkah strategis dalam memperkuat pendidikan agama di masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan Guru Ngaji Ceria ini, diharapkan semangat para guru ngaji semakin tumbuh, metode pembelajaran semakin kreatif, dan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an semakin kuat. Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membumikan Al-Qur’an dan mencetak generasi Qur’ani yang unggul di Kabupaten Klaten.



