fbpx
Liputan
Hanya Terdengar Suara Gergaji, Pun Kaki Tak Memijak Lagi

Hanya Terdengar Suara Gergaji, Pun Kaki Tak Memijak Lagi

[Klaten] Menjadi orang tua tunggal tentu bukan sebuah situasi yang mudah. Harus menjalankan dua peran dengan dua tanggung jawab yang tidak bisa dikatakan ringan. Namun demikian yang harus Ibu Ngatini jalani. Seorang ibu berusia 46 tahun ini menjadi orang tua tunggal bagi putrinya yang kini duduk di bangku sekolah dasar kelas 3. Dulu Ibu Ngatini memiliki dua orang putri, namun putri pertamanya meninggal ketika berusia 15 tahun.

Sejak tahun 2001, Ibu Ngatini mengidap penyakit gula. Penyakit tersebut semakin parah dari tahun ke tahun hingga kaki kiri Ibu Ngatini harus di amputasi. Sejak saat itu kesehatan ibu ngatini memburuk. Kaki kanan Ibu Ngatini mulai mengalami pembengkakan dan telapak kakinya telah mati rasa. Kedua telapak kaki beliau kini tak merasakan pijakan lagi. Jemari yang dulu sempurna kini turut tergerogoti penyakit gula yang diidapnya.

Selain itu kedua telinga beliau sudah tidak dapat berfungsi. Genderang telinga kiri telah rusak, sehingga alat bantu dengar pun tak dapat menjadi jalan keluar bagi gangguan pendengarannya. Sejak 2 bulan yang lalu, akibat pengobatan gula yang beliau jalani, telinga kanan Ibu Ngatini juga mengalami gangguan sehingga yang beliau dengar hanya suara bising menyerupai suara gergaji yang begitu gaduh.

Tidak hanya fisik luar yang melemah, kondisi jantung Ibu Ngatini pun telah mengalami pembengkakan dan bagian dada terasa semakin sesak. Tinggal bersama orang tua yang semakin sepuh dan seorang putri kecil di desa Jetis RT 05/RW 02, Jatinom, Klaten, Ibu Ngatini tak kuasa menahan air mata ketika dikunjungi Dompet Sejuta Harapan Rabu (2/5). Dengan kondisi yang demikian, Ibu Ngatini tidak memiliki penghasilan. Saat ini untuk menopang kehidupan sehari-hari Ibu Ngatini mendapat uluran tangan dari tetangga kanan kiri. Terkadang untuk uang saku sekolah putrinya, beliau juga mendapat uluran dari tetangga sekitar rumah.

Doa dan dukungan bagi Ibu Ngatini sangat dibutuhkan agar beliau tetap tegar menghadapi ujian kehidupan. Keringanan uluran tangan dinantikan untuk ikut meringankan beban kebutuhan. Dompet Sejuta Harapan mengajak Sahabat DSH untuk turut serta berbagi dan merasakan manisnya peduli kepada Ibu Ngatini. Setiap dukungan yang tersampaikan adalah kepedulian yang sangat berarti. Donasi dapat diserahkan secara langsung ke kantor DSH di Jalan Ki Ageng Gribig No.8 Sangkal Putung, Klaten Utara (Gedung lantai 2), layanan jemput donasi  atau via transfer ke Rekening atas nama Dompet Sejuta Harapan (di bawah ini) dan konfirmasi ke nomor 0857-0000-1011.

Mandiri Syariah – 037 008 3987

BNI Syariah – 177 002 0103

Bank Muamalat – 562 000 4267

BRI Syariah – 103 114 8975

Tinggalkan Balasan