fbpx

Lima Level Kepemimpinan

Tingkat kepemimpinanApakah Saya seorang pemimpin? Bisa jadi kita diberikan tanggung jawab untuk memimpin dalam sebuah organisasi atau perusahaan, namun benarkah kita sudah menjadi seorang pemimpin? Lantas apakah pemimpin itu? Dan siapakah pemimpin itu?

John C Maxwell, seorang pakar kepemimpinan mengatakan bahwa kunci seorang pemimpin sejatinya adalah pengaruh, seberapa besar pengaruhnya bagi kelompok orang maka semakin besar kepemimpinannya. Dalam konteks ini bisa dikatakan bahwa orang yang ditunjuk menjadi memimpin belum tentu seorang adalah pemimpin, sebaliknya jika seseorang memiliki pengaruh bagi orang lain meskipun dia tidak di posisi menjadi seorang pemimpin secara legal, maka sebenarnya dia sudah menjadi seorang pemimpin. Sederhananya efektivitas kepemimpinan dipengaruhi oleh seberapa besar pengaruh dirinya bagi orang lain di sekitarnya.

Jika kepemimpinan adalah sebuah pengaruh, maka apa hasil dari sebuah kepemimpinan? Jawabannya adalah kemampuan menggerakan orang lain. Semakin besar pengaruhnya maka semakin besar kemampuan dia untuk menggerakan orang lain. Berbicara  kemampuan menggerakan orang lain inilah yang menjadikan setidaknya ada lima level dalam kepemimpinan, seperti yang akan saya jelaskan berikut ini.

1. Kepemimpinan Struktural

Seseorang dikatakan berada di level kepemimpinan struktural jika keberadaannya ataupaun ketiadaannya tidak memberikan manfaat apapun bagi sebuah organisasi, dia ada dalam struktur organisas namun tidak memiliki fungsi dan peran memimpin, tugas tugas kepemimpinan dimiliki oleh orang lain, sederhananya dia hanya symbol yang hanya terpampang dalam struktur organisasi. Dalam sebuah organisasi, kebutuhannya hanya kebutuhan symbol yang bersifat legal formal.

2. Kepemimpinan Ijin

Kepemimpinan di level ini berada satu tingkat di atas kepemimpinan structural, dia memimpin namun bukan karena dia memiliki kemampuan untuk memimpin melainkan karena tidak ada orang lain yang mau dan mampu memimpin, dia ditunjuk menjadi pemimpin hanya sebagai seorang wakil, bukan karena kemampuannya mempengaruhi atau bahkan menggerakan orang lain, jika kepemimpinan structural dipilih oleh manajemen level sebagai symbol structural maka kepemimpinan dipilih sebagai perwakilan dari kumpulan komunitas. Tentu saja kepemimpinan ijin tidak memberikan pengaruh apapun kepada komunitas kecuali hanya bersifat formalitas.

3. Kepemimpinan Produktif

Kepemimpinan produktif berada satu level diatas kepemimpinan ijin, seseorang di katakan menjadi pemimpin produktif karena dinilai paling cakap dalam melakukan sesuatu hal, bukan karena kemampuannya dalam memimpin dan mempengaruhi orang lain, melainkan karena keberadaannya dinilai lebih hebat di bandingkan dengan orang lain di sekitarnya dalam sebuah urusan/pekerjaan. Dia adalah orang yang paling di andalkan untuk melakukan suatu hal, karenanya jika pemimpin tipe ini pergi maka produktifitas sebuah tim akan berkurang.

4. Kepemimpinan Reproduktif

Seseorang dikatakan seorang pemimpin reproduktif jika seseorang selain memiliki kemampuan dalam sebuah pekerjaan, dia juga mampu mempengaruhi dan menggerakan orang di sekitarnya untuk bertindak, dia bukan menjadi satu satunya orang yang bergerak dan bekerja, namun dia memiliki kemampuan meningkatkan kemampuan orang lain untuk bergerak dan bekerja seperti dirinya. Pendeknya seorang pemimpin reproduktif adalah orang yang bisa menduplikasikan kemampuan dirinya untuk melakukan suatu hal.

5. Kepemimpinan Visioner

Inilah level tertinggi dari sebuah kepemimpinan, level kepemimpinan dengan pengaruh terbesar yang melampaui batas ruang dan waktu, kekuatan pengaruhnya ada dalam kebesaran visinya, namun tetap mendunia dan menginspirasi untuk diikuti, pengaruhnya tidak lekang oleh waktu, tidah berhenti oleh sebuah kematian, visinya bersifat abadi. Dialah kepemimpinan para Nabi, kepemimpinan para negarawan sejati, atau pemimpin pemimpin perusahaan yang berhasil menjadi inspirasi. Kepemimpinan ini salahsatunya dimiliki oleh Muhammad, Soekarno, Steve Jobs.

Dimanakah level kepemimpinan kita?

Tags :

Tinggalkan Balasan